SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KARTU REMI



Siapa yang tidak tahu kartu remi, Ya kartu remi, kartu yang mungkin sering dijumpai disekitar kita. Kartu ini banyak dijual di kedai kedai kecil dipinggir jalan, dengan kisaran harga 5rb-15rb. kartu remi atau kartu permainan, sering digunakan untuk hal hal seperti sulap, permainan papan, enkripsi, dll. Kata “remi” sendiri sebenarnya adalah nama dari salah satu permainan kartu.

Pada Umumnya, Ada 1001 jenis permainan kartu. Setiap negara, bahkan wilayah suatu negara memiliki jenis permainannya sendiri. Di Indonesia, Kita akrab dengan permainan “Cangkulan”, “41”, “Truf”, “Remi” dsb. Namun, Permainan yang popular dimainkan di banyak negara yaiyu “Poker”, “Blackjack”, “Casino”, “Blackjack”, “Bridge”, dengan jumlah pemain yang berbeda beda.

Seperti yang Kita ketahui, 1 pack Kartu Remi berisi 54 Kartu, 52 Kartu utama dan 2 kartu tambahan kartu Joker merah dan Joker hitam. Kemudia, Kartu Remi dibagi menjadi 4 suit/jenis Kartu yaitu :

♠ Spade/Sekop (juga disebut “Waru”) = berwarna hitam, 13 kartu

♣ Club/Keriting = berwarna hitam, 13 kartu

Heart/Hati = berwarna merah, 13 kartu

Diamon/Berlian (juga disebut “Wajik”) = berwarna merah, 13 kartu


SEJARAH KARTU REMI

Para Ahli menduga bahwa Kartu Remi pertama kali muncul di Cina atau India (Hindustan) pada abad ke-9, Di mana kartu remi pertama kali dibuat dengan menggunakan daun bambu dan kulit unta. Kartu-kartu ini kemudian diperkenalkan ke Eropa pada abad ke-13 oleh pedagang-pedagang, tantara, atau suku suku yang hidup berpindah pindah dari Cina. Namun sebenarnya, tidak ada catatan pasti mengenai kapan pertama kali Kartu Remi diciptakan, siapa penciptanya, dan kapan pertama kali dimainkan.

Para ahli sejarah berpendapat bahwa, Kartu permainan itu merupakan hasil dari evolusi dari sejenis permainan catur yang dimainkan oleh para gembala di Asia Barat. Sambil menggembala, mereka bermain catur memakai kerikil. Ahli lain juga berpendapat, permainan kartu merupakan evolusi dari semacam upacara untuk berkomunikasi dengan para dewa. Empat batang tongkat atau anak panah yang sudah ditandai dengan empat symbol berbeda, dilemparkan ke atas altar. Tongkat mana yang jatuh, itulah yang diinterpretasikan sang pendeta sebagai titah dewa.

Kemunculan Kartu Remi pertama kali di Italia (Eropa), kartu ini disebut dengan Kartu Tarot (tarrochi), yaitu kartu tablet karena bentuknya seperti tablet, yang sering digunakan untuk meramal nasib seseorang.  Permukaan kartunya tergambar tema-tema mitologi atau alegori tentang barbagai segi kehidupan, seperti planet, seni, ilmu, dan sebagainya. Kemudian Tarot mengalami evolusi menjadi Tarot Venetia yang berjumlah 78 kartu. Pada jenis tarot ini mulai muncul kartu yang menjadi cikal bakal Joker modern, bernama il matto (si pandir). Adapun Peninggalan kartu tarot tertua berangka tahun 1470 ditemukan di Lombardy, Dimana Kartu ini berjumlah 50 kartu yang terbagi ke dalam 5 kelompok dan Setiap kelompok terdiri dari 10 kartu.

 

PERKEMBANGAN KARTU REMI

Dahulu, Kartu remi awalnya dibuat dari kulit binatang, dan dicetak dengan menggunakan teknik cetak yang disebut "block printing". Desain awal kartu remi terdiri dari sepasang wajah yang dipadukan dengan sepasang simbol (seperti hati, keriting, batu, dan sekop). kartu ini memiliki harga yang mahal sehingga secara terbatas hanya dimainkan oleh kalangan bangsawan atau borjuis. Harga kartu ini mahal karena masih dibuat secara manual dengan tangan dan gambarnya hasil lukisan. Kartu ini kemudian bisa terjangkau oleh masyarakat setelah penemuan sistem cetak dengan kayu. Kemajuan teknik percetakan ikut berperan penting dalam perkembangan kartu ini, pengembangan teknik cetak dengan plat tembaga membuat produksi kartu remi semakin meningkat.

Gambar lukisan pada kartu semakin cantik setelah ditemukannya proses reproduksi warna dengan teknik litografi pada tahun 1800. Sementara itu, tokoh-tokoh yang terlukis pada kartu berubah dari waktu ke waktu. Pada kartu tua dari Spanyol dan Italia, keempat kartu King-nya menggambarkan sosok raja dari kerajaan besar dunia Abad pertengahan. Kemudian, saat raja Henry III dari Prancis naik tahta, kostum para bangsawan pada kartu berubah mengikuti model pada zaman itu.

Hingga saat ini Kartu Remi menjadi popular di berbagai negara, Walaupun Kartu remi juga sempat dilarang oleh pemerintah di beberapa negara, karena dianggap mempengaruhi kejahatan dan kemaksiatan. Namun, pada akhirnya kartu remi dapat diterima secara luas dan menjadi salah satu jenis kartu yang paling populer di dunia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PESULAP VS PEMAIN SIRKUS

Tips Buat Pemula Yang Ingin Belajar Sulap

CTR (CARD THRU RUBBER) BY VIN MAGIC